MOTOBALAP.COM – Kejelian Dhimas Bagoes Patas Jatim dalam meracik motor khusus untuk karakter sirkuit non permanen kembali membuahkan hasil. Pada ajang Bhayangkara Road Race Blitar, dua motor Jupiter 5TP garapannya sukses mendominasi kelas Bebek 4 Tak 130 cc Tune Up (Ex MP2) dan Open Jatim.
Motor pertama milik Arya WL Tulungagung tampil begitu dominan. Ditunggangi Tommy Salim, kuda besi bermesin 130 cc Tune Up tersebut berhasil menyapu bersih kemenangan dengan meraih podium pertama di kelas Bebek 4 Tak 130 cc Tune Up Expert (Ex MP2) serta Bebek 4 Tak 130 cc Tune Up Open Jatim.
Sementara itu, Jupiter 5TP kedua milik Amora Racing Putra Riga P2B X FR2 juga menunjukkan performa yang tidak kalah impresif. Bersama Rexzy Kepo, motor tersebut berhasil finis sebagai runner-up pada dua kelas yang sama, yakni Bebek 4 Tak 130 cc Tune Up Expert (Ex MP2) dan Open Jatim.
Kesuksesan tersebut tidak lepas dari proses riset yang terus dilakukan Dhimas Bagoes terhadap komponen-komponen baru yang disesuaikan dengan karakter sirkuit dadakan.

“Untuk Jupiter tim Amora Racing Putra Riga P2B X FR2, saya sedang melakukan pengembangan sekaligus riset knalpot by Pekajaman Racing Muffler, dengan mengadopsi setelan khusus untuk trek dadakan atau non permanen,” jelas Dhimas Bagoes.
Tak hanya itu, riset juga dilakukan pada motor yang dikendarai Tommy Salim. Kali ini fokus pengembangan diarahkan pada sektor mekanisme katup demi mendapatkan performa yang lebih maksimal.
“Sedangkan untuk motor Tommy Salim, saya juga sedang meriset noken as baru. Setting ini memang kami khususkan untuk penggunaan di trek dadakan atau non permanen,” tambah Praci, sapaan akrab mekanik asal Pacitan tersebut.
Hasil di Bhayangkara Road Race Blitar menjadi bukti bahwa riset yang dilakukan Dhimas Bagoes Patas Jatim mulai menunjukkan hasil positif. Dominasi dua Jupiter 5TP dengan karakter berbeda tersebut semakin menegaskan kualitas racikan yang mampu beradaptasi dengan type sirkuit non permanen, sekaligus menjadi modal penting menghadapi seri-seri balap berikutnya.







