MOTOBALAP.COM – Harapan masyarakat otomotif Kabupaten Lamongan untuk kembali menggelar ajang balap motor resmi semakin terbuka. Sirkuit Non Permanen (NP) Lapangan Gajah Mada Lamongan telah menjalani proses survei dan masuk dalam daftar lokasi yang dipertimbangkan sebagai tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Road Race Jawa Timur Seri 4.
Salah satu atlet balap motor sekaligus pembalap asal Kabupaten Lamongan, Aam Haries, mengungkapkan bahwa tim dari Pengurus Provinsi IMI Jawa Timur telah melakukan survei terhadap lokasi tersebut. Berdasarkan hasil peninjauan awal, lintasan dinilai memiliki potensi yang sangat baik untuk menggelar event balap motor resmi.
“Lokasi sudah disurvei oleh pengurus IMI Jawa Timur. Hasil sementara sangat baik dan sirkuit dinilai layak untuk menggelar ajang balap motor. Bisa jadi lokasi ini akan jadi pertimbangkan sebagai tuan rumah lanjutan JRS Putaran 4,” terang Aam Haries.

Tak hanya kesiapan lintasan, Aam juga menilai dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan serta IMI Lamongan yang di pimpin oleh H. David Rigi menjadi faktor penting agar rencana tersebut dapat terealisasi . Menurutnya, kehadiran event balap motor resmi tidak hanya menjadi wadah bagi para pembalap lokal untuk mengembangkan prestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pelaku usaha di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Ia berharap seluruh tahapan persiapan, khususnya proses perizinan dan koordinasi dengan berbagai pihak, dapat berjalan lancar sehingga Lamongan kembali menjadi bagian dari kalender balap motor resmi di Jawa Timur.
“Saya selaku Atlet berharap seluruh proses yang akan berjalan nantinya bisa lancar, terutama terkait perizinan dan berbagai persiapan lainnya. Semoga kesempatan ini bisa terwujud sehingga event balap motor resmi kembali hadir di Kabupaten Lamongan setelah absen selama puluhan tahun,” pungkas Aam Haries.

Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, kehadiran Kejurprov Jatim Road Race Seri 4 di Sirkuit NP Lapangan Gajah Mada Lamongan tentu akan menjadi momen bersejarah sekaligus menghidupkan kembali gairah olahraga balap motor di Kota Soto.







