MOTOBALAP.com – HSP Racing Team milik Arif Herdianto dan Sheila Savitri yang berbasis di Kota Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam membina talenta muda di dunia balap motor Indonesia. Musim ini, tim yang dikenal konsisten membina rider sejak usia dini ini membawa tiga pembalap muda berbakat dari lintasan pocket bike menuju persaingan ketat di ajang balap nasional Bebek 4 Tak Beginner.
Tiga pembalap tersebut ialah Darren Ranindra Arsheil Hendarsyah, Reynand Gaelindra Arsheil Hendarsyah dan, Nevan Keynindra Arsheil Hendarsyah, merupakan hasil binaan jangka panjang HSP Racing Team, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tim terbaik dalam pengembangan pembalap usia dini.
Setelah mencatatkan prestasi di kejuaraan pocket bike, ketiganya pembalap tersebut kini dipersiapkan untuk bersaing di kelas Bebek 4 Tak Beginner Nasional gerbang awal menuju karier profesional di dunia balap motor Indonesia.
“Transisi dari pocket bike ke bebek 4 tak memang tidak mudah. Tapi dengan pendekatan pelatihan Aditya Bhom, mereka kini mulai memasuki fase transisi menuju level balap yang lebih tinggi. Kami optimistis ketiga rider ini bisa cepat beradaptasi dan mencetak hasil positif,” ujar Sheila Savitri, owner tim HSP Racing, saat dihubungi Motobalap.com, Jumat (23/5) malam.

Musim ini menjadi langkah awal, namun HSP Racing Team tidak berhenti sampai di situ. Mereka menyiapkan program jangka panjang untuk memastikan para pembalap mudanya berkembang secara teknis maupun mental. Selain target jangka pendek di kelas beginner, tim ini juga memproyeksikan mereka untuk naik ke level rookie dalam beberapa tahun ke depan.
Adapun tuner motor, tim HSP Racing mempercayai Dwikarya sebagai chief mekanik serta di kawal Aang Munawar selaku assisten mekanik. Motor balap yang disiapkan yakni Yamaha MX King 150cc. Menariknya, dalam langkah transisi ini, HSP Racing Team juga menggandeng Bambang 22 Speedshop sebagai konsultan teknis.
Langkah HSP Racing Team ini sekaligus menjadi bukti pentingnya pembinaan berjenjang dalam dunia balap motor Indonesia. Dengan fondasi kuat dari level pocket bike, diharapkan akan lahir bibit-bibit unggul yang bisa bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.







